Apa Itu Reaksi Reduksi-Oksidasi (Redoks) ?

gurune.net – Apa Itu Reaksi Reduksi-Oksidasi (Redoks) ?  – Sobat guru, pernahkah kamu mengamati jika sepotong besi diletakkan di udara terbuka, ternyata lama-kelamaan logam besi tersebut berkarat. Mengapa logam besi dapat berkarat dan reaksi apa yang terjadi pada logam besi tersebut? Peristiwa perkaratan besi merupakan salah satu contoh dari reaksi reduksi-oksidasi (redoks). Lalu apa yang dimaksud dengan reaksi redoks? Kali ini gurune akan membahas konsep reaksi reduksi – oksidasi mulai dari pengertian reaksi redoks, serta istilah-istilah yang terkait seperti reaksi oksidasi, reaksi reduksi, oksidator, reduktor, dan lainnya.

Apa Itu Reaksi Reduksi-Oksidasi (Redoks) ?

Reaksi redoks (reduksi-oksidasi) merupakan reaksi kimia yang terjadi dari gabungan reduksi dan reaksi oksidasi. Pengertian konsep reaksi reduksi-oksidasi telah mengalami tiga tahap perkembangan sebagai berikut.

A. Berdasarkan Pengikatan dan Pelepasan Oksigen

Reaksi redoks berdasarkan pengikatan dan pelepasan oksigen adalah :

Reduksi adalah reaksi pelepasan oksigen dari suatu senyawa.
Oksidasi adalah reaksi pengikatan (penggabungan) oksigen oleh suatu zat

Reduktor adalah:
1) Zat yang menarik oksigen pada reaksi reduksi.
2) Zat yang mengalami reaksi oksidasi.

Oksidator adalah:
1) Sumber oksigen pada reaksi oksidasi.
2) Zat yang mengalami reduksi.

Contoh :

B. Berdasarkan Pengikatan dan Pelepasan Elektron

Reaksi oksidasi dan reduksi ternyata bukan hanya melibatkan oksigen, melainkan juga melibatkan elektron. Memasuki abad ke-20, para ahli melihat suatu karakteristik mendasar dari reaksi oksidasi dan reduksi ditinjau dari ikatan kimianya, yaitu adanya serah terima elektron. Konsep ini dapat diterapkan pada reaksi-reaksi yang tidak melibatkan oksigen.

Reduksi adalah reaksi pengikatan elektron.
Oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron

Reduktor adalah:
1) Zat yang melepaskan elektron.
2) Zat yang mengalami oksidasi.

Baca Juga :  Jawaban Pertanyaan Ayo Mengamati Sub Tema 1 Tema 1 kelas 2

Oksidator adalah:
1) Zat yang mengikat elektron.
2) Zat yang mengalami reduksi.

Contoh:

 

Reaksi oksidasi dan reaksi reduksi selalu terjadi bersamaan. Oleh karena itu, reaksi oksidasi dan reaksi reduksi disebut juga reaksi oksidasi-reduksi atau reaksi redoks. Zat yang mengalami oksidasi disebut reduktor, sedangkan zat yang mengalami reduksi disebut oksidator.

C. Berdasarkan Pertambahan dan Penurunan Bilangan Oksidasi

Reduksi adalah reaksi penurunan bilangan oksidasi.
Oksidasi adalah reaksi pertambahan bilangan oksidasi

Reduktor adalah:
1) Zat yang mereduksi zat lain dalam reaksi redoks.
2) Zat yang mengalami oksidasi.

Oksidator adalah:
1) Zat yang mengoksidasi zat lain dalam reaksi redoks.
2) Zat yang mengalami reaksi reduksi.

Contoh:

a.

 

 

 

 

 

b.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jika suatu reaksi kimia mengalami reaksi reduksi dan oksidasi sekaligus dalam satu reaksi, maka reaksi tersebut merupakan reaksi reduksi-oksidasi atau reaksi redoks. Contoh:

 

Penutup

Demikian pembahasan mengenai reaksi redoks dari gurune. Materi ini sobat guru pelajari pada mata pelajaran kimia kelas X  semester 2. Simak pembahasan lain mengenai materi kimia pada postingan selanjutnya.  Semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.