Cara Menentukan Bilangan Oksidasi . Kimia Kelas 10

gurune.net – Cara Menentukan Bilangan Oksidasi – Sobat guru, pada mata pelajaran Kimia kelas 10 Semester 2, terdapat materi mengenai bilangan oksidasi. Kali ini gurune akan membahas tentang Cara Menentukan Bilangan Oksidasi.

Pengertian Bilangan oksidasi

Bilangan oksidasi adalah suatu bilangan yang menunjukkan ukuran kemampuan suatu atom untuk melepas atau menangkap elektron dalam pembentukan suatu senyawa.  Bilangan oksidasi atau tingkat oksidasi diterangkan berdasarkan komposisi senyawa, keelektronegatifan relatif unsur, dan menurut beberapa aturan. Nilai bilangan oksidasi menunjukkan banyaknya elektron yang dilepas atau ditangkap, sehingga bilangan oksidasi dapat bertanda positif maupun negatif.

Cara Menentukan Bilangan Oksidasi

  1. Bilangan oksidasi atom dalam unsur bebas sama dengan 0 (nol).

    Unsur bebas adalah unsur yang tidak bergabung atau berikatan secara kimia dengan unsur lain. Unsur bebas terbagi menjadi dua, yaitu unsur bebas berbentuk atom, seperti C, Ca, Cu, Na, Fe, Al, Ne dan unsur bebas berbentuk molekul, seperti H2, O2, Cl2, P4, S8. Kesemua unsur-unsur tersebut akan memiliki bilangan oksidasi 0.

  2. Jumlah bilangan oksidasi semua atom dalam senyawa netral sama dengan 0 (nol)

    Contoh:
    Senyawa NaCl mempunyai muatan = 0.
    Jumlah biloks Na + biloks Cl = (+1) + (–1) = 0

  3. Bilangan oksidasi ion monoatom sama dengan muatan ionnya.

    Contoh:
    Na+  memiliki bilangan oksidasi  +1,
    Bilangan oksidasi ion Al3+ adalah +3
    Mg2+ memiliki bilangan oksidasi  +2

  1. Jumlah bilangan oksidasi semua atom dalam ion poliatomik sama dengan muatan ionnya

    Contoh:
    NH4+ mempunyai bilangan oksidasi  +1
    SO42- mempunyai bilangan oksidasi -2
    PO43- mempunyai bilangan oksidasi  -3
    NO3–  mempunyai bilangan oksidasi  -1

  2. Bilangan oksidasi unsur pada golongan logam IA, IIA, dan IIIA sesuai dengan golongannya

    IA = H, Li, Na, K, Rb, Cs, Fr = bilangan oksidasinya +1.
    IIA = Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra = bilangan oksidasinya +2.
    IIIA = B, Al, Ga, In, Tl = bilangan oksidasinya +3

    Contoh:
    Na dalam senyawa NaCl bilangan oksidasinya adalah +1.
    Mg dalam senyawa MgSO2 mempunyai bilangan oksidasi adalah +2.
    Al dalam senyawa Al2O3 bilangan oksidasinya adalah +3

  3. Bilangan oksidasi unsur golongan transisi (golongan B) lebih dari satu.

    Contoh:
    Cu bilangan oksidasinya = +1 dan +2.
    Fe bilangan oksidasinya = +2 dan +3
    Au bilangan oksidasinya = +1 dan +3.
    Sn bilangan oksidasinya = +3 dan +4.

  4. Fluor dalam senyawa memiliki bilangan oksidasi = –1.

    Contoh:
    Bilangan oksidasi F dalam NaF dan ClF3 sama dengan –1

  5. Bilangan oksidasi oksigen (O) dalam senyawanya sama dengan -2, kecuali dalam senyawa biner fluorid, peroksida, dan superoksida

    Contoh:
    O dalam H2O, CO2, dan SO2 adalah –2
    peroksida = H2O2 dan Na2O2 mempunyai bilangan oksidasi sama dengan –1
    fluorida OF2 mempunyai bilangan oksidasi sama dengan +2
    superoksida KO2 dan CsO2 memiliki bilangan oksidasi sama dengan –1/2

  6. Hidrogen (H) bila berikatan dengan logam bilangan oksidasi= -1 dan bernilai +1 bila H berikatan dengan non-logam

    Contoh:

    Bilangan oksidasi H dalam NaH, AlH3 dan CaH2= -1.
    Bilangan oksidasi dalam HF dan H2O adalah +1

Penutup

Demikian aturan cara menentukan bilangan oksidasi. Semoga bermanfaat.

 

 

Baca Juga :  Jawaban IPA Kelas-9 Semester-2 Halaman-27

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.