Hidrolisis Garam – Materi Kimia Kelas 11 Semester 2

gurune.net – Hidrolisis Garam – Materi Kimia Kelas 11 Semester 2 . Sobat guru, kali ini gurune akan membahas materi hidrolisis garam. Materi ini sobat guru pelajari pada mata pelajaran kimia kelas 11 Semester 2.

Apa itu Hidrolisis?

Hidrolisis berasal dari kata hidro dan lisis. Hidro artinya air, sedangkan lisis artinya penguraian. Jadi hidrolisis adalah reaksi penguraian garam dalam air, yang membentuk ion positif dan ion negatif.

Jenis-jenis Hidrolisis Garam

Beberapa kemungkinan reaksi hidrolisis yang dapat terjadi adalah :

a) Kation yang berasal dari garam bereaksi dengan air dan menghasilkan ion H+, menyebabkan konsentrasi ion H+ lebih besar daripada konsentrasi ion OH- sehingga larutan bersifat asam

b) Anion yang berasal dari garam bereaksi dengan air dan menghasilkan ion OH- menyebabkan konsentrasi ion H+ lebih kecil dari pada konsentrasi ion OH- sehingga larutan bersifat basa

c) Kation maupun anion yang berasal dari garam tidak bereaksi dengan air sehingga konsentrasi ion H+ dan ion OH- di dalam air tidak berubah dan larutan bersifat netral

Jenis-jenis Garam

Garam merupakan hasil reaksi dari suatu asam dengan basa. Kekuatan asam dan basa pembentuk garam, membagi jenis garam menjadi sebagai berikut :

a. Garam yang Terbentuk dari Asam Lemah dan Basa Kuat

Jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan anion yang berasal dari asam lemah. Anion tersebut bereaksi dengan air menghasilkan ion OH- yang menyebabkan larutan bersifat basa. Jadi garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat akan terhidrolisis sebagian (parsial) dan bersifat basa.

Baca Juga :  Jawaban Matematika Kelas-8 Halaman-152 Ayo Kita Berlatih 8.3

Contoh :

CH3COONa ; NaF ; KCN

b. Garam yang Terbentuk dari Asam Kuat dan Basa Lemah

Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan kation yang berasal dari basa lemah. Kation tersebut bereaksi dengan air menghasilkan ion H+ yang menyebabkan larutan bersifat asam. Jadi garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah akan terhidrolisis sebagian (parsial) dan bersifat asam.

Contoh :

NH4Cl ; MgSO4

c. Garam yang Terbentuk dari Asam Lemah dan Basa Lemah

Garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah di dalam air akan terionisasi dan kedua ion garam tersebut bereaksi dengan air. Hidrolisis garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah merupakan hidrolisis total, sebab kedua ion garam mengalami reaksi hidrolisis dengan air. Sifat larutan ditentukan oleh nilai tetapan kesetimbangan asam (Ka) dan nilai kesetimbangan basa (Kb) penyusun garam tersebut. Jika Ka > Kb, maka larutan akan bersifat asam dan jika Ka < Kb maka larutan akan bersifat basa.

Contoh :

NH4CN ;

d. Garam yang Terbentuk dari Asam Kuat dan Basa Kuat

Ion-ion yang dihasilkan dari garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat tidak ada bereaksi dengan air, sebab jika dianggap bereaksi maka akan segera terionisasi kembali secara sempurna membentuk ion-ion semula. Garam yang berasaldari asam kuat dan basa kuat tidak terhidrolisis. Oleh karena itu konsentrasi ion H+ dan OH- dalam air tidak terganggu sehingga larutan bersifat netral.

Contoh ;

NaCl ; K2SO4

Demikian pembahasan tentang Hidrolisis Garam – Materi Kimia Kelas 11 Semester 2 . Pembahasan cara penghitungan pH pada larutan garam akan gurune bahas pada postingan selanjutnya.  Semoga bermanfaat.

Baca Juga :  Sistem Koloid - Pengertian dan Jenis-jenis Koloid

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.