Indikator Asam Basa Materi Kimia Kelas 11

gurune.net – Indikator Asam Basa Materi Kimia Kelas 11 . Halo sobat guru, pada postingan kali ini gurune akan membahas mengenai indikator asam basa. Sebelumnya gurune telah membahas apa itu larutan asam dan basa. Materi ini merupakan materi kimia kelas 11.

Untuk mengenali suatu zat bersifat asam atau basa kita tidak boleh sembarangan mencicipi atau memegangnya, karena akan sangat berbahaya. Contohnya asam sulfat (H2SO4). Dalam kehidupan sehari-hari kita biasa menggunakannya untuk air aki. Bila asam sulfat terkena tangan, maka tangan akan melepuh seperti luka bakar dan bila terkena mata akan buta.

Contoh lain, natrium hidroksida (NaOH) biasanya kita menggunakannya untuk membersihkan saluran air bak cuci, bila terkena tangan akan terasa licin dan gatal-gatal serta tangan mudah terluka iritasi. Jadi, bagaimana cara mengenali zat bersifat asam atau basa?

Indikator Asam Basa

Cara yang tepat untuk menentukan sifat asam dan basa adalah dengan menggunakan zat penunjuk yang disebut indikator. Indikator asam basa adalah zat yang dapat berbeda warna dalam lingkungan asam dan basa. Ada beberapa jenis indikator yang bisa kita gunakan untuk membedakan larutan yang bersifat asam dari larutan yang bersifat basa, antara lain kertas lakmus, indikator universal, dan indikator alami.

Kertas lakmus

Jika kita ingin mengetahui apakah suatu senyawa bersifat asam, basa atau bahkan tidak keduanya (netral) cara yang paling mudah dan murah adalah dengan kertas lakmus.

kertas lakmus merah dan kertas  lakmus biru merupakan indikator yang paling sering kita gunakan di laboratorium.  Apa itu lakmus?

Lakmus berasal dari kata litmus yaitu sejenis tanaman yang dapat menghasilkan warna jika ada asam atau basa. Lakmus merupakan asam lemah, kita menuliskannya sebagai Hlit. Ketika dalam air terbentuk Hlit dan juga dalam bentuk ion.  Ketika berbentuk Hlit, berwarna merah dan ketika berbentuk ion berwarna biru.

Baca Juga :  Jawaban Uji Kompetensi IPA Kelas 9 Halaman 45

Secara umum dapat kita ambil kesimpulan :

  1. larutan asam akan mengubah warna lakmus menjadi merah. Kertas lakmus merah akan tetap merah dan kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah jika terkena zat asam.
  2. Larutan basa membirukan lakmus merah dan lakmus biru akan tetap biru.
  3. Sedangkan larutan netral tidak rnengubah warna lakmus.

Indikator universal

Kekuatan asam atau basa tidak dapat ditunjukkan oleh lakmus. Maka digunakan beberapa indikator lain yang memiliki perubahan warna berbeda jika pH atau kekuatan asamnya berbeda, misalnya methyl orange (metil jingga) yang akan berwarna kuning jika pH lebih besar dari 4,4 sehingga dapat mendeteksi asam lemah dan asam kuat dan fenolftalein yang berwarna merah jika ada basa kuat. Trayek pH beberapa indikator diantaranya :

Harga pH suatu larutan dapat diperkirakan dengan menggunakan trayek pH indikator. pH suatu larutan juga dapat ditentukan dengan menggunakan indikator universal. Indikator universal merupakan campuran berbagai indikator yang dapat menunjukkan pH suatu larutan dari perubahan warnanya.

Contoh: Larutan X diuji dengan tiga indikator berikut.

Indikator alami

Seperti namanya, indikator alami adalah indikator yang berasal dari bahan alam. Kita menggunakan ekstrak tumbuhan-tumbuhan seperti kunyit, kol ungu, bunga sepatu, bunga mawar, bayam merah, kulit manggis, dan lainnya.

Syarat dapat atau tidaknya suatu tanaman yang menjadikan sebagai indikator alami asam basa adalah kemampuan berubah warna jika terkena larutan asam maupun basa.

Dengan menggunakan indikator ini, kita bisa nih menentukan suatu larutan bersifat asam, basa, atau netral. Cara mengetahuinya itu dengan meneteskan ekstrak tumbuhan tadi ke dalam sebuah larutan, kemudian lihat perubahan warnanya. Dari perubahan warna itulah kita bisa tahu mana larutan yang mengandung asam atau basa.

Baca Juga :  Sifat-sifat Senyawa Hidrokarbon

Perubahan warna pada indikator alami bisa kita lihat pada tabel berikut :

Sayangnya, indikator alami belum bisa mendeteksi pH secara khusus. indikator alami hanya seperti kertas lakmus yang bisa mendeteksi apakah senyawa tersebut asam, basa, atau netral.

Penutup

Demikian Pembahasan mengenai Indikator Asam Basa. Semoga bermanfaat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.