Jawaban Dari Bacaan Pemimpin Idola, Pemimpin yang Jujur

Pekerjaan merupakan kegiatan yang
dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup. Setiap pekerja harus memiliki
pengetahuan yang sesuai dengan pekerjaannya agar pekerjaan dapat berjalan
dengan lancar. Pengetahuan apa saja yang harus dimiliki oleh seseorang yang
bekerja? Apa yang akan terjadi jika mereka tidak memiliki nilai-nilai itu? Saat
seseorang bekerja mereka harus mempunyai nilai-nilai yang baik. Jujur dan kerja
keras adalah nilai yang harus dimiliki. Apa yang dimaksud jujur? Apa contohnya?
Ayo, simak cerpen berikut!

Ayo Membaca!


Pemimpin Idola, Pemimpin yang Jujur

Ida, temanku sebangku. Mungil,
berkulit hitam manis, tidak banyak bicara, dan pandai itulah cirinya. Ia
seorang anak yang sederhana. Ayahnya sudah lama meninggal. Ia tinggal bersama
ibu dan adiknya.

Ida anak yang sangat pandai.
Nilai-nilainya yang selalu bagus, memberinya kesempatan meneruskan sekolah
tanpa biaya. Semua buku pelajaran dan perlengkapan ditanggung oleh sekolah. Ida
tak pernah malu dengan kondisi keluarganya. Bahkan ia semakin rajin belajar dan
terus berprestasi.

Ida juga selalu menjadi tempat
bertanya jika teman-temannya mengalami kesulitan dalam pelajaran. Teman-teman
memilih Ida sebagai ketua kelas. Pandai, tenang, dapat berkomunikasi dengan
baik, serta mampu menjaga ketertiban kelas menjadi modal utamanya.

Hari ini, Ibu Tati mengingatkan
tentang ulangan matematika. Sebagian siswa tidak siap. Termasuk Gugut, si
jagoan bola, yang duduk di belakang kami. “Waduh, saya belum belajar, Bu!
Kemarin saya seharian bermain bola sampai sore. Pulang ke rumah langsung tidur,
Bu!” protesnya.

Ulangan tetap berlangsung. Gugut
resah. Ia menengok ke kiri dan ke kanan. Tiba-tiba, ditendangnya kursi Ida dari
belakang. “Ssstt..Ida! Bantu aku dong! Geser sedikit ke kiri, agar aku bisa
melihat jawaban di kertas ulanganmu!” pinta Gugut.

Ida bergeming. Ia hanya
menggelengkan kepala pelan, tanpa menengok ke belakang. Gugut mengganggunya
lagi. “Ayo dong, Ida. Sekali ini saja. Nanti aku beri kamu uang sepuluh ribu
rupiah. Kamu bisa jajan kue di kantin,” rayunya.

Gugut tahu benar Ida tidak pernah
jajan di kantin. Ibunya tidak memberinya bekal uang jajan. Ida selalu membawa
sebungkus nasi dan lauk dari rumah. Namun, di luar dugaan Gugut, Ida tidak
terusik. Sekali lagi ia menggeleng pelan. Sampai waktu berakhir, Gugut terpaksa
menyerahkan kertas ulangannya dengan lunglai.

Pada waktu istirahat Ida
menghampiri Gugut.

“Maaf ya, Gugut. Aku bukan tidak
ingin membantumu. Menyontek dan memberi contekan kepada teman, adalah perbuatan
tidak jujur. Bahkan, perbuatan tersebut bisa dianggap sebagai korupsi
kecil-kecilan,” katanya kepada Gugut.

“Ah, Ida. Masa menyontek sekali
saja dianggap korupsi? Setahuku korupsi nilainya milyaran, dan hanya dilakukan
oleh pejabat berkuasa,” kata Gugut. “Gugut, justru kita harus melatih diri. Korupsi
dan menyontek sama-sama mengambil hak orang lain. Bernilai kecil atau besar,
tetap saja tidak jujur. Kita membiasakan diri bertingkah laku lurus,
mudah-mudahan ketika besar nanti kita tidak akan tergoda untuk melakukan
korupsi. Dalam bentuk apapun!” Ida menambahkan dengan panjang lebar.

Aku dan teman-teman sekelas yang
ikut mendengarkan percakapan Ida dan Gugut terdiam setuju. Memang tidak salah
kami memilih Ida sebagai pemimpin di kelas. Tidak sekadar pandai, Ida juga
patut dijadikan teladan.

Berikut Jawaban Dari Bacaan Pemimpin Idola, Pemimpin yang Jujur

Berdasarkan cerita di atas,
jawablah pertanyaan berikut!

1.       Siapa
saja tokoh pada cerita di atas?

Aku, Ida, Gugut,
Ibu Tati, dan teman yang lainnya

2.       Siapa
yang mengikuti ulangan matematika?

3.                Aku, Ida,
Gugut, dan

4.       Apa
yang dilakukan Gugut pada saat ulangan?

Gugut berusaha
mencontek dari Ida

5.       Apa
yang dilakukan Ida ketika Gugut meminta jawaban?

Ida tidak
memberika jawaban yang diminta Gugut

6.       Mengapa
Ida tidak mau membantu Gugut?

Menurut Ida
mencontek merupakan tindakan tidak jujur dan dapat disebut dengan korupsi kecil-kecilan

7.       Hal-hal
baik apa yang bisa kamu ambil dari cerita di atas?

Ketika
melaksanakan ulangan kita harus jujur dan berusaha sendiri

8.       Sikap
apa yang perlu aku contoh?

Sikap jujur



Ayo Berdiskusi!

Apakah menurutmu sikap Ida sesuai dengan makna sila pertama
Pancasila? Jelaskan!

Ya, karena sebagai
manusia kita harus bersikap jujur agar tidak merugikan orang lain dan diri
sendiri


Apakah menurutmu sikap Gugut sesuai dengan makna sila
pertama Pancasila? Jelaskan!

Sikap gugut mencontek
pada saat ulangan menunjukan dia tidak jujur dan tidak sesuai dengan sila
pertama Pancasila


Andai Ida memberikan contekan.

·        
Apa yang akan terjadi?

Ida dan Gugut sama-sama tidak
berlaku jujur

·        
Apa dampaknya bagi Gugut?

Dampak bagi Gugut yang menontek
adalah Gugut tidak mau belajar dan tidak mau berusaha sendiri

·        
Apa dampaknya bagi Ida?

Dengan Ida memberikan contekan
berarti Ida sudah berlaku tidak jujur

·        
Apa dampaknya bagi guru yang mengajar?

Ulangan
mempunyai tujuan untuk mengukur sampai dimana tingkat pengetahuan dan pemahaman
siswa terhadap materi yang disampaikan, jika anak saling mencontek saat ulangan
maka tujuan dari ulangan tersebut tidak dapat tercapai.

·        
Mengapa kita harus jujur?

Kejujuran merupakan akar dari
perbuatan baik. Jika kita sekali tidak jujur maka akan muncul ketidak jujuran
lain yang akan merugikan diri sendiri dan orang lain

·        
Apa yang akan terjadi jika kita tidak jujur?

Apabila kita tidak jujur berarti kita sudah
melakukan korupsi kecil-kecilan. Dengan tidak jujur kita tidak akan dipercaya oleh
orang lain lagi


Sila pertama mengajarkan bahwa
pemeluk agama harus taat dengan aturan agamanya. Setiap agama pasti mengajarkan
pemeluknya untuk berbuat jujur. Sikap tidak jujur akan membawa dampak bagi diri
kita dan orang lain. Semua orang harus jujur, termasuk orang-orang yang
bekerja. Benar kata Ida, mungkin tindakan tidak jujur ketika sekolah adalah
mencontek dan tindakan tidak jujur ketika sudah bekerja bisa korupsi (mengambil
hal yang bukan miliknya).

Materi Terkait


Tinggalkan komentar