Senyum Samar Solehan – Perwakilan SEAMEO
dari Indonesia, Asli Kab. Purbalingga |
Samar Solehan – Sebuah pengalaman yang cukup berharga bagi
penulis ketika dapat belajar bersama perwakilan guru se Asia Tenggara.
Kesempatan tersebut kami peroleh ketika menjadi salah satu perwakilan guru
Indonesia dalam program Regular Course di SEAMEO RECSAM, Penang, Malaysia.
Berikut sekilas saya paparkan pengalaman saya
SEAMEO RECSAM
ASEAN
memiliki organisasi menteri pendidikan
se Asia Tenggara yang bernama South
East Asia Ministers of Education Organisation (SEAMEO). The Southeast Asian Ministers of Education Organization
(SEAMEO) adalah
sebuah lembaga antar pemerintah yang mencakup wilayah regional Asia Tenggara
dan didirikan pada tahun 1965 atas kesepakatan antara pemerintah negara-negara
Asia Tenggara dalam rangka mempromosikan kerjasama di bidang pendidikan dan
kebudayaan (seameo.kemdikbud.go.id). Sekretariat SEAMEO berada di
Bangkok, Thailand.
Saat
ini SEAMEO memiliki 24 lembaga spesialis (Pusat Regional) yang menyelenggarakan
program pelatihan dan penelitian di berbagai bidang pendidikan dan budaya yang
tersebar di beberapa negara di Asia Tenggara. Setiap Pusat Regional memiliki
spesialisasi masing-masing. Salah satunya adalah South East Asia Ministers of
Education Organisation Regional Center
of Science and Mathematics (SEAMEO
RECSAM) yang terletak di Penang, Malaysia. Sesuai namanya lembaga ini khusus
membidangi program pelatihan dan
penelitian untuk Sains dan Matematika.
RECSAM
menyelenggarakan diklat setiap tahun dengan mengundang peserta perwakilan guru
dari seluruh negara di Asia Tenggara. Tahun 2018, RECSAM telah menyelenggarakan
dua program diklat yaitu Fostering Higher Order Thinking Skills in Secondary Science
Education (RCPM 143-1) dan Enhancing Primary Mathematics Teaching and
Learning Through Professional Learning Community (RCPM-143-2) pada tanggal 2- 27 Juli 2018. Indonesia Mengirimkan 4 (empat)
perwakilan untuk 2 (dua) program. RCPM 143-1 diwakili oleh Bapak Wawan Gunawan,
S.Pd., M.Pd dari SMPN 1 Baleendah, Jawa Barat dan Deni Kurniyawan, S.Pd dari
SMPN 2 Magelang, Jawa Tengah. Saya dan Ibu Lusia Eni Setyowati , S.Pd., M.Pd
dari SMPN 2 Surakarta terpilih untuk mengikuti program RCPM-143-2.
Dalam
program RCPM-143-2 kami berdiskusi,
berbagi pengalaman, dan belajar bersama mengenai trend dan isu yang berkembang
terkait pembelajaran matematika di era sekarang. Kami juga belajar bersama
untuk memahami dan mengimplementasikan peran guru sebagai pendidik sekaligus
sebagai peneliti. Kami berkolaborasi mengadakan lesson study, khususnya model Collaborative
Lesson Research.
Gambar 1:
Pembelajaran di kelas matematika
Menjadi
lebih berkesan lagi karena pada kesempatan tersebut saya ditunjuk menjadi guru
model dalam pelaksanaan school tryout di Sekolah Kebangsaan Sungai Ara, Pulau Penang.
Namun, dengan segala keterbatasan yang saya miliki, saya tetap percaya diri menjalankan
RPP yang disiapkan karena dalam proses persiapan, kami merencanakan dan
merumuskannya benar-benar secara tim tidak asal dipasrahkan brongkos keong kepada salah satu guru. Sebelum
melaksanakan pembelajaran di sekolah, kami diberi kesempatan untuk mencoba
menjalankan RPP dalam peer tryout.
Banyak
pelajaran yang kami peroleh dalam diskusi terkait pembelajaran yang akan dan
telah dilaksanakan dalam lesson study.
Pengalaman saya, diskusi berlangsung benar-benar untuk mencari ide/solusi
terbaik bukan berdebat saling mempertahankan pendapat masing-masing.
Gambar 2: Suasana |
Selain
berinteraksi di dalam kelas, kami juga memanfaatkan
kesempatan di luar kelas untuk berdialog, berbagi informasi, bersosialisasi,
dan berusaha saling mempelajari bahasa serta budaya peserta dari negara lain. Timbul
kebanggaan ketika peserta negara lain mencoba menggunakan bahasa Indonesia
dalam percakapan meskipun sekedar kata terima kasih, selamat pagi, atau
berhitung dari 1 (satu) sampai 10 (sepuluh). Kadang kami lupa sedang berada di
miniatur lingkungan ASEAN sehingga menggunakan bahasa masing-masing yang diikuti
tawa renyah ketika menyadarinya. Namun,
ternyata Bahasa Melayu digunakan tidak hanya di Indonesia, Malaysia, Singapura,
Brunei Darussalam, dan Timor Leste. Menurut peserta dari Thailand, Wigran
Jornthapa dan Rakcharti Nargchuay mengatakan ada lima provinsi di Thailand bagian
selatan yang juga menggunakan bahasa Melayu.
Gambar 3:
Diskusi bersama Ms Teh Kim Hong (paling kiri, Course Supervisor), Zu Zu Hlaing Htung (Myanmar), Joao Dos Santos (Timor
Leste), Rakcharti Nargchuay (Thailand), dan Dr. Maureen Chong SF (Brunei
Darussalam)
sela kesibukan terkait materi dan tagihan diklat, pada akhir pekan pertama
RECSAM membawa kami berjalan-lajan
selama dua hari ke Kuala Lumpur dan Putra Jaya untuk mengenal lebih dekat
ibukota Malaysia tersebut. Akhir pekan kedua, kami dibawa berkeliling pulau Penang
mengunjungi museum dan berbagai tempat bersejarah di pulau paling barat
Malaysia tersebut.
Rangkaian kegiatan regular course diakhiri dengan acara penyerahan sertifikat dan pertunjukan
budaya negara peserta.
Bagi pembaca yang
berminat mengikuti diklat di RECSAM dapat memantau informasinya di www.recsam.edu.my. Perlu dicatat bahwa
meskipun penyelenggaranya RECSAM, namun kita diwajibkan mendaftar melalui Biro Perencanaan dan
Kerjasama Luar Negeri (BPKLN)
Kemendikbud. BPKLN selanjutnya
menyeleksi dan mengirimkan calon peserta terpilih ke RECSAM. Calon peserta terpilih diseleksi lagi oleh
pihak RECSAM. Jika Lolos, RECSAM akan mengirim pemberitahuan ke Kemdikbud dan
peserta yang bersangkutan. Tertarik? Selamat mencoba semoga sukses!( Ar/G.net/Solehansamar)