Koloid Liofil dan Liofob

gurune.net – Koloid Liofil dan Liofob . Halo sobat guru, pada unggaha sebelumnya, gurune sudah membahas tentang sifat-sifat koloid. Kali ini gurune akan melanjutkan pembahasan mengenai koloid liofil dan koloid liofob. Berikut penjelasan selengkapnya.

Koloid yang medium pendispersinya cair, dibedakan atas koloid liofil dan koloid liofob.

Contoh:

• Koloid hidrofil: sabun, detergen, agar-agar, kanji, dan gelatin.

• Koloid hidrofob: sol belerang, sol Fe(OH)3, sol-sol sulfida, dan sol-sol logam.

Apa itu Koloid Liofil?

koloid lidalah suatu koloid yang fase terdispersinya dapat menarik medium pendispersi yang berupa cairan akibat adanya gaya Van der Waals atau ikatan hidrogen. Liofil artinya “cinta cairan” (Bahasa Yunani; lio=cairan; philia=cinta). Sol liofil yang setengah padat disebut gel. Contoh gel antara lain selai dan gelatin.

Jika medium pendispersinya berupa air, maka disebut koloid hidrofil.

Koloid hidrofil mempunyai gugus ionik atau gugus polar pada permukaannya, sehingga mempunyai interaksi yang baik dengan air. Butir-butir koloid liofil/hidrofil dapat mengadsorpsi molekul mediumnya sehingga membentuk suatu selubung (solvatasi/hidratasi). Akibatnya butir-butir koloid terhindar dari agregasi/pengelompokan.

 

Sol hidrofil tidak menggumpal pada saat penambahan sedikit elektrolit. Zat terdispersinya dapat dipisahkan melalui proses pengendapan atau penguapan.

 

Koloid Liofob

Koloid liofob adalah suatu koloid yang fase terdispersinya tidak dapat mengikat atau menarik medium pendispersinya. Liofob berarti takut cairan. (phobia=takut).

Jika medium pendispersinya berupa air, maka kita sebut koloid hidrofob. Koloid ini biasanya berasal dari senyawa anorganik. Koloid hidrofob bersifat irreversibel, artinya tidak dapat kembali ke keadaan semula. Misalnya: sol emas. Jika medium pendispersinya diambil, sol emas membentuk emas padat. Setelah emas padat terbentuk, tidak dapat berubah menjadi sol emas kembali, meskipun kita tambah  medium pendispersinya.

Baca Juga :  Jawaban dari Bacaan Kakek Penyelamat Lingkungan Tanpa Pamrih

Contohnya: sol AgCl dan sol CaCO3, susu, mayonaise, sol belerang, sol sulfida, sol logam, sol Fe(OH)3.

Koloid hidrofob tidak akan stabil dalam medium polar ( misalnya air ) tanpa adanya zat pengemulsi atau koloid pelindung. Zat pengemulsi membungkus partikel-partikel koloid hidrofob, sehingga terhindar dari koagulasi. Susu (emulsi lemak dalam air) kita stabilkan dengan sejenis protein susu, yaitu kasein; sedangkan mayonaise (emulsi minyak nabati dalam air) kita stabilkan dengan kuning telur.

 

Untuk lebih jelas mengenai perbedaan koloid liofil dan liofob, sobat guru perhatikan tabel berikut :

sumber : modul pembelajaran kimia – kemdikbud 2020

Penutup

Demikian pembahasan mengenai koloid liofil dan liofob. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.