Larutan Penyangga Buffer – Pengertian, Jenis, dan Prinsip Kerjanya

gurune.net – Larutan Penyangga Buffer – Pengertian, Jenis, dan Prinsip Kerjanya . Sobat guru, pada pembahasan sebelumnya gurune sudah membahas tentang konsep asam basa. Bila tubuh manusia dimasuki zat yang mengandung asam atau basa, tubuh manusia pH-nya tiba-tiba naik atau turun drastis . Hal ini sangat berbahaya hingga menyebabkan kematian. Kali ini gurune akan memabahas larutan buffer mulai dari pengertian, jenis dan prinsip kerjanya.

Tubuh manusia harus selalu tetap dijaga keseimbangan keasamannya atau pH-nya. Untuk menjaga keseimbangan asam tersebut maka tubuh manusia harus memiliki sifat sebagai larutan penyangga atau buffer. Tubuh manusia harus bisa mempertahankan derajat keasamannya (pH) agar bisa menjalankan fungsinya serta tidak membahayakan kesehatan. Dengan adanya sifat larutan penyangga, maka tubuh manusia dapat mempertahankan pH walaupun menerima berbagai penambahan zat yang mengandung asam atau basa.

Contohnya, darah mampu mempertahankan pH karena mengandung larutan penyangga dari Oksihemoglobin (HHbO2) dan deoksihemoglobin / asam hemoglobin (HHb)


Kita patut bersyukur sebab inilah salah satu bukti kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan larutan penyangga dalam tubuh manusia.

Pengertian Larutan Penyangga

Larutan penyangga atau buffer adalah larutan yang dapat mempertahankan pH tertentu terhadap usaha mengubah pH, seperti penambahan asam, basa, ataupun pengenceran. Dengan kata lain pH larutan penyangga tidak akan berubah secara signifikan walaupun pada larutan tersebut ditambahkan sedikit asam kuat, basa kuat atau larutan tersebut diencerkan.

Jenis Larutan Penyangga

Jenis larutan penyangga ditentukan oleh komponen penyusunnya yakni asam atau basa lemah dan asam atau basa konjugasinya (garam). Berikut ini jenis-jenis larutan penyangga :

Baca Juga :  Organ Peredaran Darah pada Burung dan Fungsinya

a. Larutan Penyangga Asam

Larutan penyangga bersifat asam apabila terdiri dari campuran asam lemah dengan basa konjugasinya . Contohnya adalah CH3COOH dengan CH3COONa atau CH3COO-. Basa konjugasi CH3COO- ini dapat diperoleh dari larutan garamnya yaitu dari kation logam dari masing-masing anionnya misalnya CH3COONa, CH3COOK, (CH3COO)2Mg, HCO3K, dan lainnya

b. Larutan Penyangga Basa

Larutan penyangga bersifat basa apabila terdiri dari campuran basa lemah dengan asam konjugasinya ,contohnya adalah NH4OH dengan NH4+ atau NH4Cl. Asam konjugasi NH4+ ini dapat diperoleh dari larutan garamnya yaitu dari anion logam dari masing-masing kationnya misalnya NH4Cl, NH4Br, NH4NO3, NH4I, dan lainnya.

Pembuatan Larutan Penyangga

Pembuatan larutan penyangga terdiri dari dua acara yaitu secara langsung dan tidak langsung.

a) Pembuatan secara langsung

dilakukan dengan:
1. mencampurkan asam lemah (HA) dengan garam basa konjugasinya

2. mencampurkan basa lemah (B) dengan garam asam konjugasinya

Contoh:
CH3COONa + CH3COOH ; NH4Cl +NH4OH

b) Pembuatan secara tidak langsung

dilakukan dengan:
a. mencampurkan suatu asam lemah dalam jumlah berlebih dengan suatu basa kuat
b. mencampurkan suatu basa lemah dalam jumlah berlebih dengan suatu asam kuat

Contoh:
CH3COOH + NaOH ⇒ CH3COONa + H2O
NH4OH + HCl ⇒ NH4Cl + H2O

Prinsip Kerja Larutan Penyangga

Larutan penyangga dapat mempertahankan pH awal larutan meskipun ke dalam larutan ditambahkan asam kuat maupun basa kuat atau air dalam jumlah tertentu.

Larutan penyangga mengandung komponen asam dan basa lemah, dengan asam dan basa konjugasinya, sehingga dapat mengikat baik ion H+ ataupun ion OH-. Sehingga penambahan sedikit asam kuat atau basa kuat serta sedikit pengenceran tidak bisa mengubah pH-nya secara signifikan.

Penutup

Demikian pembahasan mengenai larutan penyangga / buffer. Semoga bermanfaat.

Baca Juga :  Proses Mendesain Poster dengan Tangan Kelas 6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.