Pembuatan Koloid

gurune.net – Pembuatan Koloid . Halo sobat guru sebelumnya gurune membahas pengertian koloid, sifat-sifat koloid, dan contoh-contoh koloid. Kali ini gurune akan membahas tentang cara pembuatan koloid. Simak penjelasan berikut

Sistem koloid dapat kita buat dengan pengelompokan partikel larutan sejati atau menghaluskan bahan dalam bentuk kasar, kemudian kita aduk dengan medium pendispersi. Cara yang pertama kita sebut cara kondensasi, sedangkan yang kedua kita sebut cara dispersi

a. Kondensasi

Kondensasi adalah cara memperoleh koloid dengan jalan memperbesar ukuran partikel larutan sejati, di mana spesi molekul atau ion bergabung membentuk partikel koloid. Pembuatan koloid dengan cara ini dapat kita lakukan dengan 2 macam cara yaitu kimia dan fisika.

1) Kimia.

Pembuatan partikel koloid dari partikel larutan sejati melalui reaksi kimia, meliputi :

a) Reaksi Hidrolisis. Reaksi hidrolisis merupakan reaksi yang terjadi antara suatu spesi dengan air.

Contoh:
Reaksi pembentukan sol Fe(OH)3
FeCl3 (aq) + 3 H20 ⟶ Fe(OH)3 (s) + 3HCl (aq)

b) Reaksi Substitusi. Merupakan reaksi penggantian pasangan.

Contoh:

Pembuatan sol AgCl
AgNO3 (aq) + NaCl (aq) ⟶ AgCl (s) + NaNO3 (aq)

Pembuatan sol Belerang
Na2S2O3 (aq) + 2 HCl (aq) ⟶ S (s) + 2NaCl (aq) +H2SO3 (aq)

c) Reaksi Redoks. Merupakan reaksi kimia yang diikuti dengan perubahan bilangan oksidasi.

Contoh:

Pembuatan sol belerang.
2 H2S (aq) + SO2 (aq) ⟶ 3 S(s) + 2 H2O (l)

 

2) Fisika.

Adalah cara pembuatan partikel koloid dengan cara mengkondensasikan partikel melalui:

a) Penggantian Pelarut
Contoh

  • Pembuatan sol belerang
    Kita bisa membuat sol belerang dalam air  dengan cara melarutkan belerang ke dalam alkohol hingga larutan menjadi jenuh. Selanjutnya larutan jenuh yang terbentuk  kita teteskan ke dalam air sedikit demi sedikit.
  • Pembuatan gel kalsium asetat
    Kalsium asetat sukar larut dalam alkohol, tetapi mudah larut dalam air. Oleh karena itu, gel kalsium asetat kita buat dengan cara melarutkan kalsium asetat dalam air sehingga membentuk larutan jenuh. Selanjutnya larutan jenuh tersebut kita tambahkan ke dalam alkohol hingga terbentuk gel.
  •  Pembuatan sol damar
    Damar larut dalam alkohol, tetapi sukar larut dalam air. Mula-mula damar dilarutkan dalam alkohol hingga diperoleh larutan jenuh. Selanjutnya larutan jenuh tersebut ditambah air hingga diperoleh sol damar.
Baca Juga :  Manfaat Keragaman Karakteristik Individu

b) Pengembunan Uap
Sol raksa (Hg) dibuat dengan cara menguapkan raksa. Setelah itu, uap raksa dialirkan melalui air dingin hingga akhirnya diperoleh sol raksa.

 

b. Cara Dispersi

Melalui cara ini, partikel koloid kita peroleh dengan cara memperkecil ukuran partikel dari suspensi kasar menjadi partikel berukuran koloid. Pembuatan koloid dengan cara dispersi dapat kita lakukan melalui beberapa metode yaitu:

1) Cara Mekanik

Pembuatan koloid secara mekanik dilakukan dengan cara menggerus/ menghaluskan partikel-partikel kasar menjadi partikel-partikel halus. Selanjutnya didispersikan ke dalam medium pendispersi. Pada umumnya ke dalam sistem koloid yang terbentuk ditambahkan zat penstabil yang berupa koloid pelindung. Zat penstabil ini berfungsi untuk mencegah terjadinya koagulasi.

Contoh:
Sol belerang dapat dibuat dengan cara menggerus serbuk belerang bersama-sama dengan zat inert (misalnya gula pasir) kemudian mencampur serbuk halus tersebut dengan air.

2) Cara Peptisasi

Cara peptisasi adalah cara pembuatan koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan dengan bantuan suatu zat pemecah (zat pemeptisasi). Zat pemeptisasi akan memecahkan butir-butir kasar menjadi butir-butir koloid. Istilah peptisasi dihubungkan dengan istilah peptonisasi yaitu proses pemecahan protein (polipeptida) dengan menggunakan enzim pepsin sebagai katalisatornya.

Contoh:
– Agar-agar dipeptisasi oleh air
– Nitroselulosa oleh aseton
– Karet oleh bensin
– Endapan NiS dipeptisasi oleh H2S
– Endapan Al(OH)3 dipeptisasi oleh AlCl3.

3) Cara Busur Bredig

Cara ini biasa kita gunakan untuk membuat sol-sol logam (koloid logam). Logam yang akan kita jadikan koloid kita gunakan sebagai elektrode yang dicelupkan ke dalam medium pendispersi. Kemudian aliri arus listrik yang cukup kuat sehingga terjadi loncatan bunga api listrik. Suhu tinggi akibat adanya loncatan bunga api listrik mengakibatkan atom-atom logam akan terlempar ke dalam medium pendispersi (air), lalu atom-atom tersebut akan mengalami kondensasi sehingga membentuk suatu koloid logam.

Baca Juga :  Latihan Soal Hidrolisis Garam dan Jawabannya – Materi Kimia Kelas 11

Jadi, cara busur Bredig merupakan gabungan antara cara dispersi dan kondensasi. Contoh: Pembuatan sol platina dalam sol emas.

4) Cara Homogenisasi

homogenisasai adalah suatu cara yang kita gunakan untuk membuat suatu zat menjadi homogen dan berukuran partikel koloid. Cara ini banyak kita pakai untuk membuat koloid jenis emulsi, misalnya susu. Pada pembuatan susu, ukuran partikel lemak pada susu kita perkecil hingga berukuran partikel koloid. Caranya dengan melewatkan zat tersebut melalui lubang berpori bertekanan tinggi. Jika partikel lemak dengan ukuran partikel koloid sudah terbentuk, zat tersebut kemudian didispersikan ke dalam medium pendispersinya.

5) Cara Dispersi dalam Gas

Pada prinsipnya, cara ini kita lakukan dengan menyemprotkan cairan melalui atomizer. Menggunakan sprayer pada pembuatan koloid tipe aerosol, misalnya obat asma semprot, hair spray dan parfum.

 

Penutup

Demikian pembahasan mengenai cara pembuatan koloid. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.