Percobaan Termometer Menggunakan Air

Galileo Galilei Penemu Termometer
Galileo Galilei Penemu Termometer

Tahukah kamu? Termometer pertama kali dibuat pada tahun 1592 oleh seorang ilmuwan Italia bernama Galileo Galilei yang menggunakan udara dan air.  Pada tahun 1714, ilmuwan Jerman bernama Daniel Gabriel Fahrenheit membuat termometer yang berisi air raksa. Dan pada tahun 1742, ilmuwan Swedia bernama Andres Celsius  menemukan termometer yang menggunakan skala ukuran 100. Di Indonesia, termometer yang banyak digunakan saat ini adalah termometer Celsius yang menggunakan ukuran 0 hingga 100 derajat.

Pada awalnya, termometer menggunakan air untuk mengukur suhu benda, seperti yang dilakukan Galileo Galilei.  Untuk mengetahui lebih dalam tentang cara kerja termometer air, mari lakukan percobaan sederhana ini secara berkelompok. Persiapkanlah alat dan bahan yag diperlukan! 

Ayo Mencoba!

Alat dan Bahan 

a. Air 

b. Pewarna makanan 

c. Botol kecil 

d. Sedotan bening 

e. Lilin mainan/plastisin/tanah liat 

f. Kain hangat

Langkah Percobaan 

Percobaan Termometer Menggunakan Air
Percobaan Termometer Menggunakan Air

1. Tuang sedikit air yang telah diberi beberapa tetes pewarna makanan ke dalam botol.

2. Tandai batas atas permukan air dalam botol dengan menggunakan spidol. 

3. Masukkan sedotan sehingga menyentuh permukaan air dalam botol.

4. Tutup dengan rapat sekeliling ujung lubang leher botol dengan plastisin atau tanah liat sehingga tidak ada udara yang bisa masuk ke dalam botol.

5. Tempelkan kain hangat pada botol dan perhatikan baik-baik

6. Tandai dengan spidol batas permukaan air di dalam botol setelah botol ditempel kain hangat. 

Berdasarkan kegiatan di atas, cobalah untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut! 

1. Mengapa  air di dalam botol dapat naik? Jelaskan!

2. Adakah peristiwa perpindahan panas pada percobaan tersebut? Jelaskan!

3. Kesimpulan apakah yang kamu dapatkan dari kegiatan di atas?

Kunci Jawaban

1. Air di dalam botol dapat naik karena menerima panas dari kain hangat.

2. Pada percobaan tersebut terdapat peristiwa perpindahan panas yaitu dari air yang hangat menuju kedalam botol

3. Kesimpulan yang saya dapatkan dari kegiatan diatas adalah Permukaan suatu zat cair akan naik jika dipanaskan dan permukaan suatu zat cair akan turun jika didinginkan.

Wah, ternyata prinsip kerja termometer cukup sederhana ya! Air di dalam botol memuai setelah menerima energi panas.

Ya! Itu salah satu contoh penggunaan energi panas dalam kehidupan sehari-hari. Di Bali, para pembuat gamelan menggunakan energi panas untuk membuat bilah-bilah logam yang digunakan dalam alat musik  gamelan Bali.

Leave a Comment