Titrasi Asam Basa. Pengertian, Langkah Kerja, dan Peralatannya.

gurune.net – Titrasi Asam Basa. Pengertian, Langkah Kerja, dan Peralatannya. Halo sobat guru, apakah kamu pernah mendengar istilah titrasi? Materi ini biasanya sobat guru dapatkan pada mata pelajaran kimia kelas 11 semester 2. Kali ini gurune akan membahas tentang titrasi asam basa. Mulai dari pengertian, langkah kerja serta peralatan apa saja yang kita butuhkan pada saat titrasi. Simak penjelasan berikut.

Pengertian Titrasi

Titrasi adalah penambahan larutan baku atau larutan yang telah diketahui konsentrasinya dengan bantuan indikator. Titrasi merupakan  suatu metode kimia untukt menentukan konsentrasi larutan. Tujuan dari titrasi ini adalah untuk mengetahui konsentrasi larutan dari zat kimia .

Setidaknya ada 4 jenis titrasi yaitu titrasi asam basa, titrasi redoks, titrasi argentometri , dan titrasi kompleksasi. Kali ini gurune hanya akan bahas titrasi asam basa.

Peralatan saat titrasi

1. Buret

Berupa tabung kaca bergaris dan memiliki kran pasa ujungnya.Buret berfungsi untuk mengeluarkan larutan dengan volume tertentu.

2. Erlenmeyer

Erlenmeyer adalah peralatan gelas (Glass ware equipment) yang  berfungsi sebagai tempat untuk melakukan titrasi bahan.

 

4. Pipet volumetrik

5. Statif dan Klem

Statif terbuat dari besi atau baja yang berfungsi untuk menegakkan buret. Klem buret terbuat dari besi atau baja untuk memegang buret.

 

Langkah-langkah Titrasi Asam basa

1. Masukan larutan standar  untuk menitrasi  ke dalam buret . Larutan dalam buret disebut penitrasi/titran

2. Masukan Larutan yang akan dititrasi ke dalam erlenmeyer dengan mengukur volumenya terlebih dahulu menggunakan pipet volumetrik. Larutan ini disebut titrat

3. Memberikan beberapa tetes indikator pada larutan yang titrat dalam erlenmeyer menggunakan pipet tetes.

Baca Juga :  Sifat-sifat Koloid

Untuk titrasi asam basa, indikator yang digunakan adalah yang berubah warna pada pH netral atau mendekati netral. Biasanya menggunakan fenolftalein/phenolphtalein (pp). Indikator lainnya adalah metil merah dan bromtimol biru

4. Proses titrasi, Mulailalah meneteskan secara perlahan-lahan larutan pada buert melalui kran ke dalam erlenmeyer.

5. Giyangkan erlenmeyer  sehingga larutan penitrasi dapat larut dengan larutan yang berada dalam erlenmeyer. Lakukan hingga indikator larutan pada erlenmeyer berubah warna.

6. Hentikan penambahan larutan penitrasi ke dalam erlenmeyer  ketika sudah terjadi perubahan warna dalam erlenmeyer. Perubahan warna ini menandakan telah tercapainya titik akhir titrasi (titik ekivalen).

7. Mencatat volume yang larutan penitrasi yang terpakai dengan melihat volume yang berkurang pada buret setelah  proses titrasi selesai.

 

Catatan penting pada titrasi

a. Titik ekivalen
adalah saat jumlah mol H+ sama dengan jumlah mol OH–

b. Titik akhir titrasi
adalah saat indikator berubah warna.

 

Penutup

Demikian pembahasan mengenai titrasi mulai dari pengertian, peralatan, langkah-langkah kerja dan catatan penting pada titrasi. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.