Aturan Tata Nama Senyawa Kimia – Materi Kimia Kelas 10 Semester 2

gurune.net – Aturan Tata Nama Senyawa Kimia – Materi Kimia Kelas 10 Semester 2 . Sobat guru, setiap senyawa kimia mempunyai nama khusus. Pemberian nama untuk senyawa kimia mempunyai aturan khusus. Kali ini, gurune akan membahas aturan tata nama senyawa kimia.  Materi ini sobat guru pelajari pada mata pelajaran kimia kelas 10 Semester 2.

Setiap senyawa perlu mempunyai nama spesifik. Pada mulanya penamaan senyawa berdasarkan berbagai hal, seperti nama tempat, nama orang, atau sifat tertentu dari senyawa yang bersangkutan. Contohnya Garam glauber, yaitu natrium sulfat (Na2SO4 ) . penemunya adalah  J. R. Glauber.

Untuk mempermudah pengenalan nama dalam memberi nama senyawa kimia, IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) membuat suatu aturan penamaan.

1. Tata nama senyawa anorganik

a. Tata Nama Senyawa Kovalen

1) Rumus Senyawa
urutan penulisan unsur sebagai berikut

B – Si – C – S – As – P – N – H – S – I – Br – Cl – O – F

Contoh , rumus kimia amonia  tertulis sebagai NH3 bukan H3N dan rumus kimia air sebagai H2O bukan OH2.

2) Nama Senyawa
Penamaan dimulai dari nama non-logam pertama kemudian nama non-logam kedua dengan tambahan akhiran –ida.
Contoh:
HCl = hidrogen klorida
H2S = hidrogen sulfida

Jika pasangan unsur yang bersenyawa membentuk lebih dari satu jenis senyawa, maka senyawa-senyawa itu dibedakan dengan menyebutkan angka indeks dalam bahasa Yunani sebagai berikut.

Aturan Tata Nama Senyawa Kimia – Materi Kimia Kelas 10 Semester 2

Contoh:

Aturan Tata Nama Senyawa Kimia – Materi Kimia Kelas 10 Semester 2

Senyawa yang sudah umum dikenal tidak perlu mengikuti aturan tersebut. Contoh:
H2O = air
NH3 = amonia
CH4 = metana

b. Tata Nama Senyawa Ion

Senyawa dari logam dan non-logam umumnya merupakan senyawa ion. Logam membentuk ion positif (kation) dan non-logam membentuk ion negatif (anion). Berikut ini nama beberapa kation logam dan anion non-logam (monoatom dan poliatom) yang bisa sobat guru pelajari agar bisa mempermudah dalam penulisan rumus kimia dan nama senyawa.

Baca Juga :  Menentukan Rumus Kimia Senyawa

Aturan Tata Nama Senyawa Kimia – Materi Kimia Kelas 10 Semester 2

1) Rumus Senyawa
Unsur logam ditulis di depan. Contohnya, rumus kimia natrium klorida tertulis NaCl bukan ClNa.

Rumus senyawa ion:
Rumus senyawa ion ditentukan oleh perbandingan muatan kation dan anionnya. Jumlah muatan positif sama dengan jumlah muatan negatif.
Contoh:

2) Nama Senyawa Ion

Nama senyawa ion adalah rangkaian nama kation  dan nama anion.

Contoh:

Jika unsur logam mempunyai lebih dari satu jenis bilangan oksidasi, maka senyawa-senyawanya mempunyai perbedaan penamaan yaitu dengan menuliskan bilangan oksidasinya, yang tertulis dalam tanda kurung dengan angka Romawi di belakang nama unsur logam tersebut.

Contoh:

Selain berdasarkan IUPAC, senyawa kimia juga mempunyai nama berdasarkan nama dagang (nama trivial). Dalam penamaan trivial, nama Latin logam mempunyai akhiran “o” untuk ion logam yang bermuatan lebih rendah dan akhiran “i”untuk yang bermuatan lebih tinggi.

Contoh:
FeCl2 =Ferro Klorida ==> Fe mempunyai muatan 2+
FeCl3 = Ferri Klorida ==> Fe mempunyai muatan 3+

 

Penutup

Demikian pembahasan mengenai Aturan Tata Nama Senyawa Kimia – Materi Kimia Kelas 10 Semester 2 . Semoga Bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.