RPP Satu Lembar Kelas 1 Sampai 6 Revisi 2020 – Download dan Sejarah RPP Di setiap Kurikulum



gurune.net – RPP Satu Lembar Kelas 1 Sampai 6 Revisi 2020 – Download dan Sejarah RPP Di setiap Kurikulum. Beberapa pekan lalu mas mentri Nadiem Makarim mengeluarkan kebijakan baru terkait Merdeka belajar, salah satu dari kebijakan tersebut terkait penggunaan RPP Satu Lembar, pada kesempatan ini gurune akan berbagi file RPP satu lembar dari kelas 1 – 6 SD/MI ( RPP satu Lembar SD ), Dan RPP Satu Lembar lainya ( RPP Satu lembar PAI SD, RPP satu lembar PJOK SD/MI , dan RPP Satu Lembar Matematika SD/MI ) Tidak hanya itu gurune akan menguraikan juga sejarah RPP di Indonesia Sampai Menjadi RPP Satu Lembar Yang Efektif Efisien dan Tidak Ada Format Baku

Siapa yang tidak ingin merdeka, gurupun ingin merdeka dari penajajahan administrasi yang terbilang njrimet dan bertele – tele. Dari 4 pokok kebijakan ” Merdeka Belajar ” yang dikeluarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ” Nadiem Makarim ” salah satunya adalah mengenai ” RPP ” ( Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ). Seperti yang sudah gurune bahas di artikel sebelumnya tentang “RPP Yang Bertele-tele dan Pemborosan” kini kemdikbud Nadiem mengeluarkan kebijakan baru yang dikenal “RPP Satu Lembar “. Mari kita kupas tentang kebijakan baru RPP Satu Lembar.

RPP Satu Lembar Kelas 1 Sampai 6 Revisi 2020
RPP Satu Lembar Kelas 1 Sampai 6 Revisi 2020

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ( RPP ) merupakan pegangan guru dalam mengajar didalam kelas, yang dibuat untuk memudahkan guru dalam mengajar agar sesuai dengan tujuanya.

Simpelnya gini sob, Seorang ibu mau belanja ke warung tetangga, agar belanjaanya sesuai kebutuhan dan anggaran yang ada, maka ibu itu membuat daftar belanjanya terlebih dahulu dirumah.

Jadi saat belanja diwarung pas sesuai yang dibutuhkan dan tidak melenceng belanja macem-macem yang tidak dibutuhkan sama sekali.

Begitu pula RPP, Seorang guru mau mengajar. Akan mantap jika apa yang akan diajarkan, dibuat rencananya dulu, dengan rencana tersebut guru jadi tidak asal dalam mengajar dan apa yang diajarkan sesuai tujuan pembelajaran pada hari itu.

Kan bisa diangan – angan buat RPP-nya ?

Bisa juga, tapi menghindari faktor ” U ” yang kadang lupa, alangkah enaknya jika kita tuliskan terlebih dahulu.

Baja Juga : Sejarah Kurikulum di Indonesia

Perkembangan RPP dari Sederet Kurikulum di Indonesia

# Rencana Pelajaran 1947

gambar hanya pemanis hehe — sumber gambar 

Kurikulum 1947 dikenal juga dengan ” Rentjana Pelajaran 1947 “. Pada kurikulum ini terdapat 16 mata pelajaran di jenjang Sekolah Rakyat yang terdiri dari Berhitung, Ilmu Alam, Bahasa Daerah, Bahasa Indonesia, ilmu Hayat, ilmu bumi, sejarah, menggambar, menulis, seni suara, Pendidikan agama, budi pekerti, pekerjaan keputrian, gerak badan, kebersihan dan kesehatan, Pekerjaan tangan

Rencana pelajaran pada masa ini dibuat sangat ringkas hanya berupa daftar pelajaran beserta jamnya serta garis-garis besar pengajaran saja.

# Rencana Pelajaran Terurai 1952

Pada masa ini kurikulum lebih merinci setiap mata pelajaran. 

Yang paling menonjol pada kurikulum ini adalah Rencana Pelajaran harus memperhatikan adanya isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari – hari.

# Rencana Pendidikan 1964

Kurikulum 1964 atau dikenal dengan ” Rencana Pendidikan 1964 ” menitik beratkan pada aspek aktif, kreatif dan produktif.Konsep pembelajaran yang diterapkan pada kurikulum ini yaitu mewajibkan sekolah membimbing anak agar mampu memikirkan sendiri pemecahan masalah ( Problem Solving ).

# Kurikulum 1968

Kurikulum 1968 adalah masa peralihan dan pada kurikulum ini terbagi dalam tiga kelompok yaitu pembinaan jiwa pancasila, Pengetahuan dasar dan kecakapan khusus.

# Kurikulum 1975

Kurikulum 75 Berorientasi pada tujuan. Pada kurikulum 1975 pemerintah merumuskan tujuan-tujuan yang perlu di kuasai oleh siswa dan dikenal dengan nama hirearki tujuan pendidikan 

Tujuan Hierarki tersebut terdiri dari :

tujuan nasional, tujuan instutusional, tujuan kurikuler, tujuan intruksional umum,dan tujuan intruksional khusus.

Pada kurikulum 1975 menganut pendekatan dengan sistem intruksioanal yang lebih dikenal dengan sebutan Prosedur Pengembangan Sistem Intruksional (PPSI) sistem yang senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuan yang spesifik  dapat di ukur dn dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa. Kurikulum 75 menekankan kepada stimulus respon (rangsang jawab) dan latihan (drill), Pembelajaran lebih banyak menggunakan teori Behaviorisme, yakni memandang keberhasilan dalam belajar ditentukan oleh lingkungan denga stumulus dari luar, dalam hal ini adalah sekolah dan guru.

Pada kurikulum ini mengenal istilah GBPP atau Garis-garis Besar Program Pengajaran , GBPP bisa dikatakan silabus kalau sekarang, GBPP kurikulum 1975 meliputi:

  • Tujuan kurikuler adalah tujuan yang harus dicapai setelah mengikuti program pengajaran yang bersangkutan selama masa pendidikan.
  • Tujuan intruksional umum ( TIU ) adalah yang akan dicapai dalam setiap satuan pelajaran baik dalam satu semester maupun satu tahun.
  • Pokok bahasan yang harus dikembangkan untuk dijadikan bahan pelajaran bagi para siswa agar mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
  • Urutan penyampaian bahan pelajaran satu tahun ketahun.berikutnya dan dari semester kesemester berikutnya.

Pada kurikulum ini dulu guru dibuat sibuk menulis rincian apa yang akan dicapai dari setiap kegiatan pembelajaran.

# Kurikulum 1984 ( CBSA )

Untuk generasi 80-an dan 90-an awal akan mengalami kurikulum model ini. Cara Belajar Siswa Aktif ( CBSA ). Intinya pada kurikulum ini siswa yang harus aktif sob, bukan gurunya…

Pada saat pembelajaran CBSA menitikberatkan pada keaktifan siswanya, seperti mendengarkan, berdiskusi dan sebagainya..

Tapi kelemahan kurikulum ini, banyak guru yang santai – santai sob, siswa dibiarkan dengan tugas – tugasnya…

#kurikulum 1994

Kurikulum 94 merupakan hasil penyempurnaan kurikulum 1984 namun perbedaanya pada kebermaknaan diterapkan di kurikulum 94 sedangkan dikurikulum 1984 ditekankan pada keaktifan siswanya..

#kurikulum 2004 ( KBK )

Kurikulum 2004 disebut juga Kurikulum Berbasis Kompetensi ( KBK ). Pada kurikulum ini diberikan keleluasaan kepada lembaga sekolah untuk menyusun dan mengembagkan silabus setiap mata pelajaran.

Pada kurikulum ini, gurune tidak akan bahas panjang lebar tentang kurikulumnya tapi kita lihat contoh penggunaan RPP pada saat KBK diterapkan, seperti apa formatnya dan kelengkapan RPP pada masa itu.

Jika sobat lihat RPP pada saat KBK , maka RPP Harus 

# Mencantumkan identitas

• Nama sekolah

• Mata Pelajaran

• Kelas/Semester

• Alokasi Waktu

• Standar Kompetensi

• Kompetensi Dasar 

# Mencantumkan Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang operasional dari kompetensi dasar. Apabila

rumusan kompetensi dasar sudah operasional, rumusan tersebutlah yang dijadikan dasar dalam merumuskan tujuan pembelajaran. 

# Mencantumkan Materi Pembelajaran

Materi pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada materi pembelajaran yang ada dalam silabus, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan Indikator Pencapaian Kompetensi.

# Mencantumkan Metode Pembelajaran

Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik

pendekatan dan/atau strategi yang dipilih.

# Mencantumkan Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan pembelajaran di

setiap pertemuan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Akan tetapi, dimungkinkan dalam seluruh rangkaian kegiatan yang lebih dari satu pertemuan, sesuai dengan karakteristik model yang dipilih, menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. 

# Mencantumkan Sumber Belajar

Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan oleh satuan pendidikan. Sumber belajar mencakup sumber

rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat, dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional. 

# Mencantumkan Penilaian

Dalam penilaian terlebih dahulu dirumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi yaitu kompetensi apa saja yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik.

Sumber dan contoh RPPnya bisa sobat cek DISINI.

# KTSP ( 2006 )

Kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari Kurikulum 2004 (KBK). KTSP diwujudkan dalam bentuk standar kompetensi dan kompetensi dasar dan telah disahkan penggunaannya di sekolah, baik negeri maupun swasta, yang diberlakukan secara bertahap pada tahun pelajaran 2006/2007, pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Pemerintah pusat (Depdiknas) mengharapkan paling lambat tahun pelajaran 2009/2010, semua sekolah telah menerapkan KTSP.

Seperti judul diatas kita disuruh nampilin contoh RPP dan formatnya, seperti apa si format RPP KTSP..

Ok sobat bisa cek – cek sendiri ya di link berikut, CEK DISINI

# Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 atau sering disebut K-13 merupakan kurikulum pengganti kurikulum 2006 yang kala itu bernama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ).

Pada awal mula kurikulum K-13 di Tahun pelajaran 2013 / 2014 kurikulum ini baru diimplementasikan disekolah rintisan intinya masih terbatas yang menggunakan diawal K-13 diterapkan.

Materi pelajaran pada awal K-13 diterapkan (terutama Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) disesuaikan dengan materi pembelajaran standar Internasional (seperti PISA dan TIMSS) dengan tujuan dapat menyeimbangkan pendidikan di dalam negeri dengan pendidikan di luar negeri.

Ada 4 Aspek penilaian dalam K-13 yaitu Aspek Spiritual, Sosial, Pengetahuan dan Ketrampilan.

Diera pak anis kurikulum ini sempat dihentikan sementara..

Dan kembali diterapkan saat menteri pendidikan baru Bapak Muhadjier Efendi dilantik.

RPP Era K-13 Awal 

Saat K-13 awal RPP sudah semakin runyem, banyak aspek yang harus di masukan didalamnya…

Apalagi saat K-13 Revisi semua aspeka masuk, jumlah lembaran RPP bisa mencapai puluhan dalam satu RPP, sangat luar biasa, bisa dikatakan RPP tingkat tinggi yang pernah gurune lihat dan buat..

Kebijakan Baru Era Mas Nadiem Makariem

Seiring perkembangan waktu, ditahun 2019 ini dengan dilantiknya Mas mendikbud yang baru ” Nadiem Makariem” ada kebijakan baru yang dikenal dengan nama ” Merdeka Belajar “.

Ada 4 kebijakan terkait merdeka belajar berdasakan informasi dari portal resmi kemdikbud RI yaitu terkait Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.



Arah kebijakan baru penyelenggaraan USBN, kata Mendikbud, pada tahun 2020 akan diterapkan dengan ujian yang diselenggarakan hanya oleh sekolah. Ujian tersebut dilakukan untuk menilai kompetensi siswa yang dapat dilakukan dalam bentuk tes tertulis atau bentuk penilaian lainnya yang lebih komprehensif, seperti portofolio dan penugasan (tugas kelompok, karya tulis, dan sebagainya). “Dengan itu, guru dan sekolah lebih merdeka dalam penilaian hasil belajar siswa. Anggaran USBN sendiri dapat dialihkan untuk mengembangkan kapasitas guru dan sekolah, guna meningkatkan kualitas pembelajaran,” terang Mendikbud.



Selanjutnya, mengenai ujian UN, tahun 2020 merupakan pelaksanaan UN untuk terakhir kalinya. “Penyelenggaraan UN tahun 2021, akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter,” jelas Mendikbud.



Pelaksanaan ujian tersebut akan dilakukan oleh siswa yang berada di tengah jenjang sekolah (misalnya kelas 4, 8, 11), sehingga dapat mendorong guru dan sekolah untuk memperbaiki mutu pembelajaran. Hasil ujian ini tidak digunakan untuk basis seleksi siswa ke jenjang selanjutnya. “Arah kebijakan ini juga mengacu pada praktik baik pada level internasional seperti PISA dan TIMSS,” tutur Mendikbud.



Sedangkan untuk penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Kemendikbud akan menyederhanakannya dengan memangkas beberapa komponen. Dalam kebijakan baru tersebut, guru secara bebas dapat memilih, membuat, menggunakan, dan mengembangkan format RPP. Tiga komponen inti RPP terdiri dari tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan asesmen. “Penulisan RPP dilakukan dengan efisien dan efektif sehingga guru memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan dan mengevaluasi proses pembelajaran itu sendiri. Satu halaman saja cukup,” jelas Mendikbud.



Dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB), Kemendikbud tetap menggunakan sistem zonasi dengan kebijakan yang lebih fleksibel untuk mengakomodasi ketimpangan akses dan kualitas di berbagai daerah. Komposisi PPDB jalur zonasi dapat menerima siswa minimal 50 persen, jalur afirmasi minimal 15 persen, dan jalur perpindahan maksimal 5 persen. Sedangkan untuk jalur prestasi atau sisa 0-30 persen lainnya disesuaikan dengan kondisi daerah. “Daerah berwenang menentukan proporsi final dan menetapkan wilayah zonasi,” ujar Mendikbud.

RPP Satu Lembar Kebijakan ” Merdeka Belajar “

Terkait kebijakan merdeka belajar yang di keluarkan ” Nadiem Makariem ” dalam peraturanya tentang RPP dirasa sangat membantu tugas guru.

Dalam surat edaran tentang Penyederhanaan RPP didalam surat tersebut diterangkan bahwa Penyusunan RPP harus disusun dengan efektif, efisien dan berorientasi kepada murid.

Komponen inti dari RPP yang sebelumnya diatur dalam permendikbud nomer 22 Tahun 2016 yang terdiri dari 13 komponen tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah. Di program terbaru ini hanya ada 3 yang wajib masuk menjadi komponen ini yaitu tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran dan penilaian.

KKG dan MGMP bebas memilih,membuat,menggunakan  dan mengembangkan RPP secara mandiri dan diharapkan untuk keberhasilan murid.

Mengapa RPP dibuat 1 Lembar atau bebas ? Begini hasil tanya jawab yang termuat dalam surat edaran kebijakan baru merdeka belajar.

Apa yang menjadi pertimbangan penyederhanaan RPP ?

Selama ini guru – guru sering diarahkan untuk membuat RPP secara rinci sehingga sangat menyita sekali waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk mempersiapkan dan mengevaluasi pembelajaran itu sendiri.

Apa yang dimaksud prinsip efisien, efektif dan berorientasi pada murid ?

Efisien berarti penulisan dilakukan dengan tepat dan tidak banyak menyita waktu, sedangkan efektif berarti penulisan rpp bertujuan untuk ketercapaian tujuan pembelajaran dan berorientasi pada murid adalah penulisan RPP mempertimbangkan kesiapan, ketertarikan dan kebutuhan belajar murid dikelas.

Apakah RPP dapat dibuat singkat misal satu halaman ?

Tidak ada persyaratan jumlah halaman intinya bebas, yang terpenting prinsip efektif, efisien dan berorientasi pada murid terpenuhi.

Apakah ada standar baku untuk penulisan RPP di program ” Merdeka Belajar ” ?

Tidak ada program baku dalam RPP ” Merdeka Belajar ” guru bebas membuat, mengembangkan dan melaksanakan rpp tersebut dengan prinsip efektif, efisien dan berorientasi pada murid.

Berapa Jumlah Komponen dalam RPP ” Merdeka Belajar ” ?

Ada 3 Komponen yaitu tujuan pembelajaran, Langkah – langkah pembelajaran dan Penilaian.

Setelah munculnya kebijakan terbaru “Merdeka Belajar” di mesin pencarian banyak yang penasaran dengan “RPP Satu Lembar ” yang efektif,efisien dan berorientasi pada murid.

Ketersediaan contoh tersebut masih sangat jarang, maka dari itu gurune lampirkan file download RPP satu lembar sebagai contoh untuk para sobat yang membutuhkan.

Berikut Contoh RPP satu lembar yang bisa jadi acuan untuk para guru di tingkat sekolah dasar sesuai arahan pak ” Nadiem Makariem ”

FILE LENGKAP ADA DIBAWAH ARTIKEL KHUSUS YANG INI HANYA 

CONTOH FORMAT RPP SATU LEMBAR – DOWNLOAD

Itu hanya contoh, jika sobat ingin Format RPP yang lebih lengkap silahkan sobat ikuti artikel ini sampai selesai, pada bagian bawah akan kami berikan file lengkap RPP Satu lembar dari kelas 1 sampai 6 SD/MI yang gurune dapatkan dari berbagai sumber.

File tersebut gurune dapatkan gratis, maka gurune bagikan lagi gratis…

Download RPP Satu Lembar Kelas 1 Sampai 6 Revisi 2020 

Ada 3 komponen inti pada program RPP Terbaru sesuai surat edaran mendikbud no 14 tahun 2019

  • Tujuan Pembelajaran
  • Langkah – Langkah Pembelajaran
  • Penilaian Pembelajaran ( Asessment )

Gurune sediakan RPP dengan model format seperti diatas yang sudah lengkap dari kelas 1-6 akan tetapi yang tersedia baru semester 2.

Semoga kedepan lengkap semester 1 dan 2.

RPP Satu Lembar

Download RPP Satu Lembar Kelas 1 – 6 Revisi Terbaru 2020

Semester 1 ( File Belum Tersedia )

1. DOWNLOAD RPP Satu Lembar Kelas 1 SD

2. DOWNLOAD RPP Satu Lembar Kelas 2 SD

3. DOWNLOAD RPP Satu Lembar Kelas 3 SD

4. DOWNLOAD RPP Satu Lembar Kelas 4 SD

5. DOWNLOAD RPP Satu Lembar Kelas 5 SD

6. DOWNLOAD RPP Satu Lembar Kelas 6 SD

7. PAI ( Kelas 1-6 )

8. PJOK ( Kelas 1-6 )

Untuk semester satu akan kami update jika file sudah tersedia, silahkan untuk sementara pada semester 2 sudah gurune sediakan RPP Satu Lembar Lengkap.

Semester 2 ( File Lengkap )

DOWNLOAD RPP Satu Lembar Kelas 1 SD

Tema 5 DOWNLOAD (Disini)

Tema 6 DOWNLOAD (Disini)

Tema 7 DOWNLOAD (Disini)

Tema 8 DOWNLOAD (Disini)

DOWNLOAD RPP Satu Lembar Kelas 2 SD

Tema 5 DOWNLOAD (Disini)

Tema 6 DOWNLOAD (Disini)

Tema 7 DOWNLOAD (Disini)

Tema 8 DOWNLOAD (Disini)

DOWNLOAD RPP Satu Lembar Kelas 3 SD

Tema 5 DOWNLOAD (Disini)

Tema 6 DOWNLOAD (Disini)

Tema 7 DOWNLOAD (Disini)

Tema 8 DOWNLOAD (Disini)

DOWNLOAD RPP Satu Lembar Kelas 4 SD

Tema 6 DOWNLOAD (Disini)

Tema 7 DOWNLOAD (Disini)

Tema 8 DOWNLOAD (Disini)

Tema 9 DOWNLOAD (Disini)

DOWNLOAD RPP Satu Lembar Kelas 5 SD

Tema DOWNLOAD 6 (Disini)

Tema DOWNLOAD 7 (Disini)

Tema DOWNLOAD 8 (Disini)

Tema DOWNLOAD 9 (Disini)

DOWNLOAD RPP Satu Lembar Kelas 6 SD

Tema DOWNLOAD 6 (Disini)

Tema DOWNLOAD 7 (Disini)

Tema DOWNLOAD 8 (Disini)

Tema DOWNLOAD 9 (Disini)

DOWNLOAD RPP Satu Lembar Mapel PAI SD

Kelas 1 DOWNLOAD  (Disini)

Kelas 2 DOWNLOAD  (Disini)

Kelas 3 DOWNLOAD  (Disini)

Kelas 4 DOWNLOAD  (Disini)

Kelas 5 DOWNLOAD  (Disini)

Kelas 6 DOWNLOAD  (Disini)

DOWNLOAD RPP Satu Lembar PJOK SD/MI

Silahkan Download pada angka temanya

Kelas 1 DOWNLOAD  (Disini)

Kelas 2 DOWNLOAD  (Disini)

Kelas 3 DOWNLOAD  (Disini)

Kelas 4 DOWNLOAD  (Disini)

Kelas 5 DOWNLOAD  (Disini)

Kelas 6 DOWNLOAD  (Disini)

Demikian pembahasan tentang kurikulum dari tahun ketahun, sampai kebijakan RPP satu lembar dari program merdeka belajar di kepemimpinan mendikbud ” Nadiem Makarim “.

Semoga program – programnya bisa mengantarkan pendidikan indonesia untuk bisa bersaing di era industri 4.0 dan menjadikan pendidikan abad 21 di Indonesia semakin nampak hasilnya.

Leave a Comment