Aturan Penamaan Senyawa Alkana

gurune.net – Aturan Penamaan Senyawa Alkana . Halo Sobat Guru, pada unggahan sebelumnya kita sudah membahas rumus umum pada senyawa alkana, alkena dan alkuna. Kali ini gurune akan membahas tentang aturan penamaan senyawa alkana . Materi ini terdapat pada mata pelajaran kimia kelas 10.

Aturan Penamaan Senyawa Alkana

Tata nama alkana menurut IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) adalah sebagai berikut.

a. Senyawa-senyawa alkana diberi nama berakhiran –ana.

b. Senyawa alkana yang mempunyai rantai karbon lurus namanya diberi awalan normal dan disingkat dengan n.

Contoh:
1. CH3 – CH2 – CH2 – CH3                                =  n-butana
2. CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH3                  =  n-pentana
3. CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH3     =  n-heksana

c. Senyawa alkana yang mempunyai rantai karbon bercabang terdiri dari rantai utama dan rantai cabang.

Rantai utama adalah rantai hidrokarbon yang terpanjang diberi nomor secara berurutan dimulai dari ujung yang terdekat dengan cabang.

Baca Juga :  Peristiwa-Peristiwa pada Masa Pemerintahan Kolonial Inggris dan Belanda

Jika terdapat beberapa pilihan rantai utama maka pilihlah rantai utama yang paling banyak cabangnya. Contoh

Jika ada dua cabang yang berbeda terikat pada atom C dengan jarak yang sama dari ujung maka penomoran dimulai dari atom C yang lebih dekat ke cabang yang lebih panjang . Contoh

Sebagai cabang adalah gugus alkil (alkana yang kehilangan satu atom hidrogennya). Beberapa gugus alkil dan namanya terdapat pada tabel berikut :

d. Penulisan nama untuk senyawa alkana bercabang dimulai dengan penulisan nomor cabang diikuti tanda (–). Lalu nama cabang berikut nama rantai utamanya.

 

e. Bila cabangnya terdiri atas lebih dari satu gugus alkil yang sama

cara penulisan namanya yaitu tuliskan nomor-nomor cabang alkil, tiap nomor dipisahkan dengan tanda (,). Lalu diikuti nama alkil dengan diberi awalan Yunani sesuai jumlah gugus alkilnya (dua = di, tiga = tri, empat = tetra, dan
seterusnya), kemudian nama rantai utamanya.

f. Bila cabangnya terdiri atas gugus alkil yang berbeda, maka penulisan nama cabang urut berdasarkan abjad.

Misalnya:
1. Menuliskan Etil  terlebih dahulu daripada metil.
2. Menuliskan Isopropil  terlebih dahulu daripada metil.

Berdasarkan aturan tersebut, kita dapat memberikan penamaan alkana dengan langkah-langkah sebagai berikut.

  1. Memilih rantai induk, yaitu rantai terpanjang yang mempunyai cabang terbanyak.
  2. Memulai penomoran  dari salah satu ujung, sehingga cabang mendapat nomor terkecil.
  3. Memulai menuliskan nama dengan nama cabang menurut abjad, kemudian nama rantai induk berada di akhir kalimat.
  4. Menyatakan posisi cabang dengan awalan angka. Antara angka dengan angka terpisahkan dengan tanda koma (,), sedangkan antara angka dengan huruf terpisahkan tanda jeda (–).

Contoh pemberian nama pada alkana

 

Penutup

Demikian Aturan Penamaan Senyawa Alkana. Semoga Bermanfaat.

Baca Juga :  Penggunaan In, On, dan At Pada Keterangan Waktu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.